#Mendefinisikanmu Bagian Ke-2

aku masih saja tidak tau caranya mendefinisikanmu
mau bantu aku?
kau tau senyummu cukup menginspirasiku
tetaplah begitu

kadang serak memang mengganggu,
mungkin pertanda bahwa hidup tak soal baik melulu
kita punya giliran, kita diberi waktu-waktu tertentu
kadang harus merayakan, kadang pula harus menunggu

kamu adalah orang yang ingin kuledek setiap hari,
sekaligus yang ingin kulihat senyumnya, kudengar tawanya
juga kujaga bahagianya--sebab salah satu alasannya
adalah aku sendiri

kalau ada yang membuatmu kesal, kabari aku
siapa? fansku menyakitimu?
atau ada yang membuatmu cemburu?
biar kuhalau mereka, seenaknya saja--mengusik apa yang berharga bagiku

oh iya, omong-omong soal fans
kalau kau tidak punya, aku ingin jadi satu-satunya
yang mengagumimu dalam diam
sekaligus mengenalmu lebih dalam

tetapi bukan sekadar jadi fansmu
aku mau jadi pendampingmu
yang menyayangimu tanpa lelah
yang membahagiakanmu tanpa sudah

malam tadi, sebulan yang lalu
kautulis tanya demi tanya dalam notes ponselmu
dengan gemetar, juga tangis yang tersusul
penuh harapan sekaligus kekhawatiran

tetapi aku masih saja tak tau cara mendefinisikanmu
bagaimana begini saja?
kudo'akan kamu, kaumendo'akanku?
kita berdua; mendo'akan kita  


- ditulis 9 Maret dalam draft-draft perasaan
Nasuha Dinata

Post a Comment

0 Comments