di Balik "Hai Sayang.."

Assalamu’alaikum! :)
Salam introzpector! Kembali lagi bersama Bang Zafran yang namanya sudah mulai agak basi. Hehe
Sebut saja saya, na.su.ha! Kok namanya pake titik? Tau kenapa? Saya ini pernah alay, bahkan sampai sekarang, tapi kalo nggak percaya, ya nggak apa-apa, saya tidak mau memaksa kamu untuk meyakini bahwa saya memang alay. Ah, saya takut mengubah keyakinanmu. Haha

Kali ini, saya mau sedikit angkat bicara soal tulisan Hai Sayang
Tadinya saya mau beri judul di balik Jemuran, tapi jemurannya udah ada yang ngangkat,
mau nulis tentang di balik Jamban, eh ada yang ngisi, yaudah aja ikut ngantri :D

Mungkin di antara pembaca, ada yang bertanya2, sebenernya Hai Sayang ditujukan buat siapa sih? Pacar? Yang mana pacarnya? Yang itu tuh ya? Haha.
Udah ah. Sok taunya dikesampingkan dulu! :D
Kujawab, ya, buat orang tersayang lah! Haha

“Hai Sayang” sendiri pertamakali saya tulis di dalam angkot S10, jurusan Bintaro – Ciputat. Buat kamu yang coba naik angkutan ini, kamu tidak wajib bayar loh! Kok bisa? Oh iya, tentu! dengan syarat: kamu memang supir angkotnya. Hahaha. Saya bercanda, tapi ini serius! :D

Waktu itu, di bawah terik yang hampir menembus tulang tapi tidak jadi karena terhalang atap angkot, saya termenung sendirian,
di pangkuan pak supir yang sedang bekerja supaya baik angkot jalannya<= Maaf, yang ini tolong diabaikan, karena saya memang jarang melakukannya, eh, bukan, jangan salah paham dulu, saya bercanda ini! Tapi serius! :lol:

Nah, di saat termenung itulah, saya memikirkan dia.. dia? Supir angkot? Bukan!
siapapun dia, dia tidak akan tahu bahwa dirinya adalah dia. Seperti yang Ayah Pidi Baiq bilang “macan tidak tau bahwa dirinya bernama macan” Haha. Apasih?!

Hai Sayang pertama, dimulai dari kisah seorang yang sedang kasmaran. Kepada supir angkot? Bukan! Ini kenapa supir angkot melulu sih?! Ah, supir angkot itu memang selalu menghantuiku. *kemudian termenung* Bagaimana tidak? Dia tak memberi uang kembalian yang masih kurang! Pantesan ngga bisa lupa! Haha

Kata “Hai Sayang..” adalah ungkapan, atau kata-kata sapaan kepada orang yang kita sayang, entah itu pasangan, gebetan, selingkuhan, mantan, atau saudara, guru, orang tua, teman, pokoknya orang terdekat kita deh. Intinya, sapaan, kurang lebih “Hai Sayang, aku mau curhat, dengerin! Kalo nggak, aku bacok kamu!” :lol:
Hai Sayang layaknya surat kaleng, surat yang tidak perlu balasan, surat yang tidak perlu jawaban, karena memang tidak ada alamat yang jelas untuk selanjutnya kemana harus dibalas dan ditujukan. :D

yang ingin saya sampaikan dalam tulisan Hai Sayang, mungkin lebih banyak soal ungkapan perasaan, tapi di sini saya juga mengangkat beberapa tema yang sejujurnya memang penulis alami secara langsung, saya mencoba mengambil hikmah dari apa yang saya alami, nah, itu tadi, butuh merenungi untuk sekadar menyampaikan arti. Banyak yang ingin saya sampaikan di Hai Sayang selanjutnya. Mudah-mudahan sih Hai Sayang #12 tetep lanjut (aamiin), dan itu tergantung dari pembaca, masih mau baca atau ngga. Haha.
Untuk sekarang, saya sedang fokus ke Hai Sayang #11.5 :D ceritanya agak panjang, jadi Hai Sayang web series sedang saya vakumkan sementara.

Alhamdulillah! Hai sayang cukup mendapat respon positif, terutama dari para pembaca berjenis kelamin wanita, mereka bilang “romantis”! Meskipun saya sempet mikir romantis dari sisi sebelah mana? Padahal, saya ngga lagi ngerayu mereka. Ada juga yang bilang “seru!” Seru? Padahal itu bukan kumpulan cerita tinju. Sisanya cuma bilang “ditunggu cerita berikutnya!” <= komentar yang paling, ya, bisa dibilang malesin. Haha

Sedangkan dari sisi pejantan ada yang bilang “maunya apa?” malah balik nanya, diminta komentar malah balik nanya.. Hahaha, mungkin dia belum baca Hai Sayang dari pertama, hihihi.. yah demikianlah laki-laki mereka hanya ingat kekejaman orang pada dirinya padahal memang besar, tapi dia lupa kekejamannya pada orang lain, padahal begitu kecilnya. Apa sih ini?! :D *kebanyakan nonton Tenggelamnya Getek Ciliwung :lol:

Tapi ada juga yang malu-malu buat komentar. Mungkin karena takut baper. Yah, nggak tau juga. Haha.

Sedang yang lainnya lebih ngasih komentar jujur, dan memang sebaiknya komentar, adalah yang jujur, lebih jujur, lebih baik, sebab kejujuran membantu kita untuk tau celah-celahnya, untuk bisa belajar lebih baik dari sebelumnya.

Tapi apapun komentar yang sudah pembaca beri, saya ucapkan terimakasih banyak, kalian sudah membantu saya bersemangat untuk terus menulis! Terimakasih atas tambahan energinya! Terimakasih juga buat yang namanya nggak sengaja diselip-selipin di tulisan saya, siapa hayo? Bisanya cewek-cewek penasaran nih! Baca lagi gih! Haha.
Terimakasih juga untuk para silent reader yang udah menyisakan waktu untuk membaca! :)

Setelah Hai Sayang web series. Ada satu lagi tulisan tentang sahabat, saya beri judul “Teruntukmu, Sahabatku” yang sebelumnya saya beri judul “Dear, Syatila” dikarenakan banyaknya pembaca yang mengira-ngira tulisan itu saya tujukan ke sebuah karakter Syatila di “Pejuang TA” yang pernah saya share di http://tamanasmara.tumblr.com. Dan sekali lagi, “Teruntukmu, Sahabatku” memang bukan tentang Syatila. “Teruntukmu, Sahabatku” saya rencanakan tidak lebih dari 5 cerita.

Sejauh ini, Hai Sayang #12 belum saya pikirkan temanya. Barangkali teman-teman yang kisah hidupnya, atau perasaannya ingin diceritakan versi Hai Sayang, bisa disampaikan curhatnya ke someone@ilovensh.com untuk kemudian saya konversi dengan bahasanya Hai Sayang ;)

Ya, demikianlah penjelasan singkat tentang ‘di balik Hai Sayang’ semoga tercerahkan, semoga penjelasannya tidak membingungkan. Semoga ada hikmah yang bisa dipelajari dan diamalkan.. Aamiin.
Mohon maaf bila ada pembahasan yang kurang berkenan. Semoga tetap berkesan.
Jangan lupa komentar jujurnya! Terimakasih!
Oh iya, mohon maaf juga sudah nyampah lewat broadcast! hehe :D

Sore-sore, ba’da Ashar, 16 September 2015, Hari Selasa, sehabis meper upil
Oleh saya sendiri, aksara nasuha
Salam introzpector! Wassalamu’alaikum! ;)

Post a Comment

6 Comments

  1. benar benar lagi ngelamun "Hari Selasa" tanggal 16 September 2015,di kalender "Hari Rabu". sekian dan terima kasih. haha

    ReplyDelete
  2. Ah, Mbak siska, maaf, mungkin karena saya jarang memperhatikan kalender pernikahan, tidak seperti mba siska.. hahaha.. pisssss! :D

    ReplyDelete
  3. mungkin karna "siska cemburu" #ah gak nyambung!.

    ReplyDelete
  4. wah.. komentar terbaik hari ini, congratulations! :lol: :mrgreen:

    ReplyDelete
  5. assalamualaikum.. waalaikumsalam

    supir angkotnya namanya siapa na?

    ReplyDelete
  6. ah! iya, saya lupa nanya! :(

    :mrgreen:

    ReplyDelete