Hai Sayang #9

Hai Sayang..
Selamat pagi menjelang fajar, bagaimana tidurmu? Nyenyak? Semoga benar begitu..
Sudah berapa lama ya kita tidak bertemu? Bertegur sapa, berbagi rindu?
Entah, sungguh, aku hanya mau bicara denganmu, bahwa akhir-akhir ini aku disuguhi pertanyaan kepada diri sendiri..
Benarkah dia menyukaiku?
Iya, dia. Dia yang selalu kukagumi perangainya, dia yang selama ini menjadi catatan indah dalam sendiriku.
Dia yang kusukai senyumnya walau dalam diamku.
Kupikir tadinya, dia memang seorang baik yang datang menginspirasiku.
Kau tau, banyak di luar sana yang menyukainya, kubilang pada diriku “bagaimana mungkin aku pantas untuknya? Karena kukira aku belumlah jadi orang yang sebaik dirinya”

Maju saja katamu? Rasanya ingin, tapi ada sesuatu yang menolaknya, Aku ragu jadinya.
Kupikir ada hati lain yang masih dia jaga, dan entah sampai kapan dia menjaganya. Semoga saja aku salah menebaknya.
Lalu aku harus bagaimana? Diam seribu bahasa? Mundur dengan lapang dada? Atau bertahan sampai ia menyampaikan rasa yang sama?
Kukira aku memang hanya manusia biasa, yang bisa jatuh cinta, yang berkeinginan membangun cinta.
Kutebak, caranya memberi perhatian kepadaku adalah cara yang sama, yang ia lakukan ke semua orang. Dia memang keren, mudah memesona siapa saja yang baru dijumpainya.
Dia seringkali bercerita, tentang kisahnya, yang kadang membuatku tersenyum, terbahak, atau terharu sendirian. Dia memang bukan orang biasa walau memang sederhana.
Kau tau? Aku banyak belajar hal sederhana darinya. Kudapati inspirasi yang indah darinya. Kuambil kebaikan yang kudengar darinya. Dia begitu sederhana, namun kau akan setuju bahwa dia memang luar biasa.
Aku jadi tak sampai hati bila selama ini aku hanya pengganggu dalam hidupnya.
Aku khawatir, hanya jadi pemicu kebenciannya.
Aku takut, menjadi penghalang bagi mimpi-mimpinya.
Tapi semoga, semua pikiran burukku, hanya keraguan sesaat. Bantu aku lebih yakin, sayang.. Terimakasih..

Walau bagaimanapun,
Dia adalah salah satu ciptaan-Nya yang membuatku lantas bertasbih.
Lalu, biarlah kudoakan dia dari sini.
Semoga dia menginspirasi orang yang tak termotivasi.
Membanggakan dan mengangkat derajat bidadarinya.
Sukses, dalam langkah menggapai rahmat dan ridho-Nya.
Sambutlah dengan "aamiin"-mu.
Tentang dia, seakan tiada habisnya membicarakan kebaikan-kebaikannya.
Dia, yang diturunkan ke dunia, mungkin untuk sekadar bertegur sapa denganku.
Dia adalah sesuatu yang selalu kusapa dengan nama Syatila, walau dia tak menyebutku dengan nama, Rama.
Dia, yang ditakdirkan, untuk kusukai walau dalam diamku.

Hai sayang, pernahkah kau tau, rasanya punya cinta dalam diam?
Jika memang pernah, bagaimana bentuknya?
Jangan sungkan, beritahu aku rasanya, karena aku juga sedang dalam hal yang sama.
Hai sayang, sungguh, aku menyukainya, seperti halnya menyukaimu,
Tetaplah menginspirasi. Jangan mudah menyerah. Jangan lupa bahagia.
Sudah hampir shubuh di sini. Bagaimana dengan waktumu di sana?
Semoga harimu indah, terimakasih sudah membaca isi hatiku yang resah.
Semoga setelah ini semua segera jadi indah.
Maka, bantu aminkan, terimakasih sayang.. :)

Post a Comment

0 Comments