Hai Sayang #4

Hai sayang..
Selamat sore..
Bagaimana harimu tadi? Semoga indah.. aamiin..

Aku ada di musholla. Musholla kampus. Sedang sholat? Sudah. Masa iya dalam keadaan sholat tapi bisa sembari menyapamu. Kamu aneh. Haha.

Bicara musholla, siang tadi aku menuju musholla tak jauh dari kantor. Aku berjumpa dengan seorang gadis. Ia berkerudung. Duduk dekat pintu musholla. Kamu tahu apa yang dia bawa? Sebuah tas carrier yang hampir penuh.

Kulihat dia juga menggenggam handphone. Jika boleh kutebak, mungkin dia sedang janjian dengan seseorang. Lalu aku berwudhu. Dan setelahnya, ia masih di tempat yang sama. Tapi langsung berdiri, lalu pergi entah ke mana.

Ketika selesai kewajibanku tadi. Aku hendak kembali ke kantor. Sempat ku lihat, gadis itu sedang merapikan mukenanya. Dia tak melupakan sholatnya.

Dari tas yang dibawanya, aku kira dia seorang pendaki. Dari cara berpakaian dan keberadaannya di dalam mushola, aku kira dia muslimah yang baik. Insya Allah.. kudoakan begitu.. aamiin..

Pendaki, sekaligus muslimah yang baik. Jarang ada yang seperti itu. Tak biasa menurutku. Aku memberi nilai kekaguman lebih pada wanita seperti itu. Alasannya? Sederhana saja, bagaimanapun wanita itu hebat, meski orang-orang menggambarkan bahwa mereka adalah makhluk lemah-lembut.

Ah sudahlah, sebelum bicaraku berat bagimu. Intinya? Biar kamu saja yang menyimpulkan ya..

Kamu tahu pendaki dan muslimah yang baik itu seperti siapa? Seperti dia yang sebelumnya aku ceritakan. Seperti dia yang aku pikirkan. Seperti dia yang baru saja memberikan senyuman..

Sepertinya senja sudah menghilang ya? Baiklah, terimakasih sudah mendengarkanku.. selamat datang malam, selamat beristirahat hai sayang. :)

Post a Comment

0 Comments