Fenomena Munculnya Raditya Dika di Industri Hiburan Tanah Air



ehem.. ehem.. *test satu dua tiga
halo sobat introzpector! salam super..
smoga anda sekalian dalam keadaan sehat wal’afiat, tetap semangat, dan menjadi pribadi yang hebat.. Aamiin :D

kali ini bang Zafran mau ngebahas tentang Raditya Dika, kenapa? karena banyak orang di sekitar kita yang masih ga kenal siapa Raditya Dika, kehadirannya di industri hiburan tanah air dan karya-karyanya yang fenomenal sepatutnya diacungi jempol. Berikut adalah cerita singkat bagaimana bang Zafran mencari tahu sosok Raditya Dika. Oke, silahkan langsung dibaca, bacanya ga usah serius2, tebarkan aroma positif dengan senyum dan tawa, jangan lupa “bismillah” dulu bacanya.. :D

ngomong-ngomong, ada yang kenal sama Raditya Dika?
mungkin sebagian ibu2 pengajian dan tukang cilok yang berlalu-lalang di depan rumah gue akan menjawab:
“siapa dia? anaknya ustadz?” atau “tukang cilok pendatang baru?”

atau bahkan akan ada banyak jawaban lagi dan pertanyaan aneh lainnya yang muncul apabila kita berbicara tentang Raditya Dika di hadapan para ibu2 pengajian dan tukang cilok di lingkungan rumah gue.

belum lama ini, tepatnya ketika muncul iklan UC Vitamin Water, kakak gue nanya”Raditya Dika siapa sih?”
gue cuma bisa ngebatin “kakak gue yang tiap hari berburu gosip artis di TV aja ga kenal siapa Raditya Dika sesungguhnya, ya ampun.. -_-“
dari sini gue mulai berasumsi bahwa, mungkin Raditya Dika tidak melakukan teknik blusukan seperti yang biasa dilakukan oleh Pak Jokowi.
atau mungkin juga, segmen pasar yang ditargetkan Raditya Dika adalah kawula muda, mulai dari jenis alay, cabe2an, terong2an, hingga muda-mudi yang hidup normal pada umumnya.

gue sendiri, pertama kali denger nama “Raditya Dika” ketika usia gue masih sangat belia.. haha
kalo ga salah pas kelas 3 SMA, waktu itu temen sebangku gue suka cekikikan sendiri di samping gue, sembari membaca buku “Kambing Jantan” dan “Marmut Merah Jambu”, bukan cuma di kelas, cekikikan berlanjut di dalam angkot.. ternyata pengarang buku tsb adalah seorang Raditya Dika. tapi kadang temen gue juga baca novelnya Sherlock Holmes. di sini gue berpikir, jangan-jangan Sherlock Holmes dan Raditya Dika pernah satu kelas dan pulang sekolah satu angkot, atau pernah menggembala Kambing Jantan dan Marmut Merah Jambu.

Sampai pada akhirnya gue lulus SMA, nama “Raditya Dika” seketika menghilang dari ingatan gue. yaiyalah buat apa dipikirin -_-
tapi entah dari mana asalnya di semester 3, tiba2 muncul acara TV bertajuk “Standup Comedy” di M***oT* (baca: Metro TV) , pertama kalinya gue nonton, comicnya waktu itu Om Mudy Taylor, atau yang biasa dipanggil “Tay” kata dia..
setelah gue rutin mantengin acara itu, muncul video di Youtube Standupnya Raditya Dika yang mana video itu download sama temen gue..
Di kampus, di ruang sekret senat mahasiswa setempat, gue dkk menyaksikan video ‘absurd’ itu.
akhirnya nama Raditya Dika kembali melekat di kepala gue. tapi timbul satu pertanyaan yang sama “Siapa Raditya Dika?”

setelah sekian lama menelusuri video-video Standup Comedy di Youtube. Ternyata ada acara audisi Standup Comedy Indonesia (SUCI) yang baru gue dkk sadari. acaranya ada di channel ******T* (baca: Kompas TV). dari acara itu, wajah Raditya Dika, sedikit demi sedikit mulai dikenal publik sebagai MC dan Juri Standup Comedy. kebetulan, gue dkk mulai mantengin acara SUCI dari season 3.

Di suatu malam, gue dirasuki rasa penasaran.. rasa keingintahuan tentang sosok Raditya Dika.  Akhirnya gue mulai menelusuri jejak-jejak Raditya Dika.. gue memutuskan untuk melakukan pencarian malam itu juga.. Di malam yang semakin larut.. Angin berhembus membuat bulu ketek *eh bulu kuduk berdiri.. gue pun mempercepat langkah kaki gue.. Dalam perjalanan, gue melewati rawa-rawa dan semak belukar. Sejauh mata memandang, hanya sejumput ilalang yang menyambut kehadiran gue, di kerumunan pohon bambu, gue melihat sosok putih menggantung melambai-lambai dan gue langsung tersentak kaget..

“Astaghfirullah!!! &%##%*!…”
“itu kan.. layangan yang tadi sore diadu sama layangan keponakan gue..”
“ternyata telap(putus) dan nyangkut di sini”

gue berniat mengambil layangan itu.. oops.. gue baru inget, tujuan gue ke sini untuk mengungkap misteri Raditya Dika.
kemudian gue mulai menjauh dari layangan tadi, melanjutkan perjalanan.
langkah gue melambat, setelah gue melihat sebuah gubuk yang nampaknya mulai rapuh digerogoti rakyat anai-anai(rayap) setempat. Jendelanya mulai rusak, atapnya tak terurus lagi.
dari kejauhan, nampak jelas sinar lampu kuning yang menerangi beranda gubuk itu..
gubuk itu terdiri dari 2 lantai, 3 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang keluarga, ruang makan, dan sebuah kolam renang
Pekarangannya cukup luas, 2 buah mobil Lambhorghini terparkir rapi di sampingnya.. Sementara jemuran berada di sisi lainnya, dekat dengan sebuah perkebunan Apel dengan luas 1 hektar.
gubuk itu hanya berjarak 100 meter dari Pusat Jajanan dan Grosir di kota itu.
tiba-tiba hujan turun, tanpa berpikir panjang gue memutuskan untuk berteduh sejenak di beranda gubuk itu.
gue bersandar tepat di depan pintunya. dan “krek” tiba-tiba pintunya terbuka, tidak dikunci.
dengan bermodal nekat, gue berjalan perlahan, mengendap-ngendap masuk ke dalam gubuk itu.
Gelap dan samar-samar, cuma itu ada di pelupuk mata gue.
gue menyalakan sebuah senter yang sebelumnya gue curi dari Matrial di seberang gubuk. Awalnya gue minjem petromax tukang nasi goreng nanas, tapi syaratnya terlalu berat dan gila buat gue, karena tukangnya bilang
“kamu boleh pinjem petromax aku asal kamu mau jadi pacar aku”
gue cuma menjawab dengan meludah, dan langsung dibalas dengan siraman minyak panas dari tukang nasi goreng nanas tadi.

ketika senter menyala gue menyapa seisi rumah “Hello.. Anybody home?…” berulang kali, namun tak ada seorangpun yang menjawab. Gue menemukan sebuah kamar, dari balik pintu, gue mendengar sayup-sayup seperti ada rintihan.
masih tanpa berpikir panjang dan bermodal nekat, gue dorong pintu kamar itu dan gue masuk..
gue tercengang.
gue mendapati radio-tape tua berdebu yang masih menyala, ditinggal pemiliknya.
ternyata suara rintihan itu berasal dari kaset yang masih diputar. gue menemukan album pertama KangenBand. gue berpikir, mungkin si penyanyi yang ada di kaset itu kelelahan sehingga dia merasa tertekan dan merintih. dengan rasa iba, gue mematikan radio-tape itu.
di dalam kamar gue juga menemukan seperangkat komputer beserta jaringan internet.. di samping monitor ada sebuah kertas bertuliskan daftar harga paket internet yang terbilang cukup murah, yakni mulai dari Rp. 2500/jam, kemudian gue membuka browser Google Chrome, tapi apa yang terjadi, jendela Google Chromenya tidak terbuka..
gue baru sadar, komputernya belum gue nyalain.
10 menit berselang, akhirnya gue bisa berinternet dengan nyaman, sambil menikmati dentuman mp3 JKT48 dari aplikasi Winamp.

di Google Chrome, gue berkonsultasi dengan mbah google, seorang mbah-mbah yang terkenal di dunia maya. ketika gue baru mengetik “Radit” tiba-tiba si mbah menyarankan “Raditya Dika”, gue langsung mencet tombol Enter. gue mendapati berbagai macam tulisan ber-keyword “Raditya Dika”. tapi hanya satu situs yang dapat dipercaya, yaitu radityadika.com

di homepage radityadika.com gue menemukan konsep redesign (desain ulang)
, berbeda dengan tampilan sebelumnya, radityadika.com tampil dengan header image yang cukup besar seperti gambar berikut:

radityadika

di link menu http://radityadika.com/about gue menemukan kata-kata:
“Siapa Raditya Dika?
Raditya Dika (lahir Desember 28, 1984) adalah seorang komedian dan creativepreneur.

Raditya lebih dahulu dikenal sebagai seorang penulis enam buku national bestseller dari mulai yang pertama Kambingjantan (2005) hingga yang terakhir Manusia Setengah Salmon (2011). Dia juga penulis skenario komik yang diterjemahkan oleh komikus Dio Rudiman menjadi Komik Kambingjantan I dan Komik Kambingjantan II.

Raditya produser, penulis, dan sutradara dari serial komedi populer berjudul Malam Minggu Miko yang ditayangkan oleh Kompas TV dan Youtube pribadinya di http://youtube.com/radityadika. Serial ini sudah mencapai dua season, episode-episodenya ditonton hingga lebih dari 50 juta kali.

Raditya juga penulis dan pemeran utama dari film box office Indonesia Cinta Brontosaurus (2013) dan Manusia Setengah Salmon (2013), keduanya diangkat dari bukunya yang berjudul sama. Selain itu dia juga menulis dan berperan di beberapa film lainnya.

Selain menulis, Raditya juga seorang creativepreneur, sempat ikut mendirikan penerbit Bukune, dia juga mendirikan beberapa usaha di bidang kreatif yang lain. “

berarti akhir tahun ini beliau berusia 30 tahun(sekarang masih 29 tahun), setelah gue cermati, Raditya Dika memulai karyanya sejak 9 tahun yang lalu. atau ketika umurnya masih 20 tahun.
gue ngebatin “umur gue yang akhir tahun ini 22 tahun aja belum menghasilkan apa2, dia umur segitu udah mulai berkarya.. ckckck.. hebat”
meskipun nyatanya, gue sama sekali belum pernah baca satupun bukunya dia, yang semua judulnya tidak lepas dari nama binatang:
Buku Radith (diurutkan dari yang terbaru)

Manusia Setengah Salmon
Marmut Merah Jambu
Kambingjantan: Sebuah Komik Pelajar Bodoh (Book 2)
Kambingjantan: Sebuah Komik Pelajar Bodoh
Babi Ngesot : Datang Tak Diundang, Pulang Tak Berkutang
Radikus Makankakus: Bukan Binatang Biasa
Cinta Brontosaurus
Kambingjantan

sumber: http://radityadika.com/karya

pertanyaan semua orang, kenapa judul bukunya berkaitan dengan nama binatang?
entahlah.. bahkan ibu-ibu pengajian dan tukang cilok yang berlalu lalang di depan rumah gue ga tau jawabannya..

dari kesekian bukunya, gue semakin tau Raditya Dika dari segelintir filmnya dia yang juga udah gue saksikan sendiri, yakni film KambingJantan, Cinta Brontosaurus, Cinta dalam Kardus, sampe Manusia Setengah Salmon.. serta serial TV kek Malam Minggu Miko I & II.

“gila tuh orang, hebat.” -_- cuma itu yang bisa gue bilang kalo ngebahas tentang Raditya Dika.

dengan decak kagum yang bisa gue haturkan ke Bang Raditya Dika beserta karya-karyanya, gue menempatkan dia setelah Andrea Hirata, Donny Dhirgantoro, Fahd Djibran, dan Darwis Tere Liye sebagai inspirator hidup dalam berkarya di zaman ini.

demikianlah, cerita singkat bang Zafran menelusuri jejak-jejak Raditya Dika, kalo ada yang ga nyambung, mungkin karena otak pembaca yang ga sampe.. :D

jadi, udah tau kan “Siapa Raditya Dika?” berakhirnya pertanyaan “Siapa Raditya Dika?” maka berakhir pula tulisan ini.

Warm Regards, bang Zafran :v

Post a Comment

0 Comments